08 Oktober 2009

..:SiaPa DaLaM iSTiKHaRaHku???:..

Salam ukhuwwah dan salam kasih sayang. moga redha-Nya sentiasa bersama kita.
Alhamdulillah, Allah memberi kelapangan waktu untuk ana hadir dalam program anjuran Helwa PMAPIUM kali ini. Saat hati berkecamuk dan telah menganggu sahabat-sahabat(jazakumullahu khairan kathira,sudi layan soalan yg ntah ape2) dengan persoalan mengenai persoalan istikharah, ana menerima undangan ke program ini. Allahuakbar!
Pertamanya, panel yang diundang membuat ana makin teruja untuk ikut serta talk ini. sdri Fatimah Syarha, penulis novel islami yang amat ana kagumi. namun, di saat akhir beliau tidak memberi komitmen atas urusan yang tak dapat dielakkan.tempat beliau diganti oleh ust Dzulkhairi Md Noor, satu sosok insan yang juga ana amat hormati.
Di awal majlis lagi telah dijelaskan, istikharah bukan hanya dalam soal mencari pasangan hidup. malah sepatutnya ia dilakukan dalam segenap hal. kerana matlamat hidup seorang insan itu adalah untuk mendapatkan REDHA Allah. ana memetik kata ukhti Musayyadah"Terima apa yang Allah tetapkan...terima apa yang Allah beri...Terima dengan Redha Ilahi.."
Ditambah dengan cerita yang ust Dzul bawakan, ana makin memahami erti istikharah yang sebenarnya.sebelum ini, ana hanya mendengar pesan Dato' Dr. Fadzilah Kamsah supaya mengamalkan solat sunat istikharah setiap malam sebelum tidur. Dan malam ini bila Prof Madya Mohamad Kamil dan Ust Dzul menjelaskan persoalan istikharah ini ianya semakin jelas.Alhamdulillah...
"Tidak menyesal bagi orang yang bermesyuarat dan tidak rugi bagi orang yang beristikharah", kata-kata yang diungkapkan oleh ust Dzul ini dijelaskan dengan terperinci oleh Prof Madya Mohamad Kamil dengan mengatakan bahawa 'mesyuarat itu adalah perbincangan antara kita dengan keluarga ataupun rakan-rakan, manakala 'istikharah' pula urusan kita dengan Yang Maha Pencipta. Lengkaplah sebuah kehidupan bila hablul minallah dan juga hablul minannas dijaga. Istikharah dilakukan hanyalah bilamana perlu membuat pilihan antara benda baik. jika salah satunya buruk, maka saat itu...istikharah tidak perlu dalam membantu memilih kerana pastinya kita akan memilih yang baik.
walaupun dikalangan audiens membangkitkan persoalan mengenai istikharah dalam pemilihan pasangan, ada juga yang menyedari kepentingan istikharah dalam urusan hidup yang lain. ana lantas teringat pesan ayah' jika kita betul mengharapkan keberkatan dalam kehidupan, beristikharahlah dalam apa juga keputusan biarpun ianya hanya keputusan dalam hal-hal kecil.
hasil perbincangan dengan sahabat, majoriti mengatakan jawapan istikharah tanya pada hati, kalau tenteram insyaAllah baik, kalau gelisah itu tandanya tidak baik, namun syarat utama perlu lulus dulu...apa?HATI MESTI BERSIH...insyaAllah.
kata Prof Madya Mohamad Kamil lagi, usai istikharah berpeganglah dengan ayat Allah..."Apabila kamu telah berazam, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal".-surah Ali Imran:159
ana temui satu artikel yang ana ingin kongsikan dengan semua.moga hidup kita lebih terarah menuju redha-Nya...insyaAllah.
**kata ust Dzul, muslimat mengambil masa yang agak lama dalam soal istikharah.kenapa ya?
wallahua'lam...

...Temukan pilihan terbaik dalam istikharahmu...

Dalam kehidupan di dunia, kita sering dihadapkan oleh beragam pilihan dalam bentuk keputusan. Apakah dalam masalah jodoh, pekerjaan, pendidikan, urusan rumah tangga dan hampir segala aspek kehidupan. Dan yang perlu diketahui bahwa yang namanya pilihan bukan hanya melulu kita memilih satu diantara dua, tiga dan seterusnya. Misalnya memilih A atau B. Tapi bisa juga memilih itu hanya A saja. Tapi tetap saja itu pilihan karena memilih A, ya atau tidak.
Dalam hal pilih-memilih pastilah kita menginginkan pilihan yang terbaik. Jangan sampai kita salah memilih karena akan berdampak atau beresiko dikemudian hari. Kalau ternyata pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang tepat beruntunglah kita.Tapi bagaimana kalo pilihan yang kita ambil salah yang berabe lah semuanya. Tapi yang perlu diperhatikan pilihan itu sebaiknya juga terbaik menurut Allah. Karena kadang kita sebagai manusia sering hanya ingin memilih yang kita anggap enak, indah dan mudah untuk dijalanin. Padahal belum tentu yang indah dan mudah itu adalah yang terbaik menurut kita.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ( QS Al Baqarah : 216 )
Rasulullah menganjurkan kita untuk sholat Istikharah. Menurut artikel yang pernah saya baca kata Istikharoh berasal atau berakar dari kata ” khiyarah” ( Pilihan ). Sholat Istikharah bisa dikatakan sebagai usaha untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik dengan cara memohon petunjuk kepada Allah lewat shalat. Selain memohon petunjuk yang terbaik kepada Allah, sholat istikharah juga dapat digunakan untuk meyakinkan keputusan kita. Ketika kita bimbang atau ragu-ragu dengan pilihan kita sholat Istikharah dengan memohon ketetapan hati sangat dianjurkan.
Syarat utama dalam sholat istikharah salah satunya adalah harus netral. Maksud netral disini hati kita benar-benar tidak condong kemanapun. Tidak memihak pilihan manapun. Karena jika beristikharah namun hati kita masih memihak pada salah satu pilihan kita maka hasilnyapun akan semu atau ragu. Mungkin itu hanya bisikan setan atau bahkan karena nafsu kita saja yang hanya menginginkan sesuatu yang kelihatannya baik untuk kita. Selain hati kita harus benar-benar bersih ketika sholat istikharah kita haruslah Ikhlas. Mengapa? Karena bisa jadi setelah kita sholat keputusan atau pilihan dari Allah adalah sesuatu yang mungkin tidak kita harapkan. Untuk itu kita harus ikhlas apapun yang telah menjadi pilihan kita. Percayalah bahwa Allah menciptakan sesuatu tidak lah untuk sia-sia belaka. Pasti ada hikmah di dalamnya, jika kita beriman kepada-Nya.
"Salah satu dari kebahagiaan anak Adam adalah menyerahkan pilihannya kepada Tuhan-Nya, dan keridhaannya terhadap ketentuan. Dan salah satu kesengsaraan Bani Adam adalah meninggalkan istikharahnya kepada Allah ta'ala dan membenci setelah adanya ketentuan." (HR Abu Asy-Syaikh Ibnu Hibban, Al-Ashbahani dan Al-Bazzar).
Hasil dari sholat Istikharah bermacam-macam. Ada beberapa yang mengatakan lewat mimpi, ada juga lewat ketetapan hati dan juga ada yang jalannya atau urusannya dimudahkan oleh Allah. Seperti yang terlantun dalam doa Istikharah yang antara lain :
Ya Allah, Berikanlah pilihanMu dengan ilmuMu, berikanlah keputusanMu dengan kekuasaanMu, berikanlah nikmat yang agung dariMu. Engkau yang Maha Menguasai sedangkan aku tidak. menguasai apapun, Engkau yang Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui apapun. Ya Rabb jika urusan ini memang yang terbaik untuk hidupku di duniaku maupun diakhiratku maka mudahkan dan dekatkan padaku. Namun jika urusan ini memang buruk untuk hidupku di duniaku dan akhiratkumaka jauh kan dariku dan gantilah dengan yg lebih baik".
Ketika kita bimbang, ragu akan semua masalah yang menghimpit kita. Ambillah air wudhu, dirikan 2 rakaat sholat sunnat Istikharah dan serahkan semuanya kepada Allah azza wa jalla yang menguasai hidup kita, yang menggenggam hati kita, satu-satunya tempat bermohon dan sebaik-baiknya tempat berlindung. Semoga Allah memilihkan yang terbaik dalam hidup kita, di dunia dan akhirat. Karena pilihan Allah pastilah yang terbaik untuk hambanya. Amin

2 ulasan:

aL-LuKLuK aL-BaiDoa berkata...

salam elaik...nice article...
ziarah dari pmki udm

PeNaWaR YaNG DiReDHai berkata...

salam'alaik...syukran
salam ziarah kembali dan salam ukhwah fillah...

NOTA buat da'ei. Apabila kita sendiri diuji dengan apa yang sering kita dakwahkan, itu petanda Allah sedang mendidik kita agar melaksanakan apa yang kita perkatakan. Bersyukurlah kerana Allah masih sudi mengingati kita dalam usaha kita mengingatkan manusia. -khas buat diri yang faqir ini-